Loading...

Peluang Usaha Investasi Ternak Ayam Kampung

           

Peluang Usaha Investasi Ternak Ayam Kampung, peluang usaha investasi yang masih jarang dilakukan di Indonesia.

Sering kita mendengar banyak orang mempunyai uang lebih yang ingin memulai usaha investasi namun bimbang akan melakukan usaha apa yang cocok dan mumpuni. Terlebih lagi jika secara mental dan finansial sudah teruji seperti pensiunan pejabat dan pegawai pemerintahan ataupun juga mantan komisaris perusahaan kenamaan. Sehingga sudah terbiasa dengan naik turunnya omset dan keuntungan karena biasanya sudah memiliki tabungan hari tua, berbeda dengan mereka para generasi muda dan masyarakat usia produktif yang cenderung idealis dan ambisius dalam ber-investasi. Tak sering terjadi gesekan jika yang berfusi adalah kedua golongan masyarakat tersebut dalam bermitra ataupun mendirikan sebuah persekutuan komanditer atau CV dalam investasi nya, lebih sering kita melihat yang sebaya dan tidak berbeda umur lebih eksis dan jarang terjadi gesekan internal, bak sebuah gesekan partai politik, sebuah organisasi bisnis tentunya membutuhkan pemimpin yang visioner dan berwawasan kedepan serta memiliki mental tahan uji.

Baru-baru ini kita lihat bersama presiden baru dengan gaya baru dan usia relatif muda dan enerjik, meski banyak yang masih meragukan kepemimpinannya tapi mari kita lihat nanti hasilnya. Berbekal ilmu bisnis dan diawali dengan menjabat sebagai seorang walikota, nyatanya sekarang mampu menjadi orang nomor 1 di negeri ini. Seperti kita sebagai pengusaha muda atau yang merintis suatu usaha peternakan ayam kampung salah satunya, pasti banyak yang akan mencela bahkan pesimis dengan hasil yang akan didapat, namun itulah yang namanya pengusaha harus siap di segala medan dan kondisi. Ibarat orang tua yang baru dan belum berpengalaman dalam merawat buah hatinya yang merupakan suatu investasi masa depan, pastilah pontang-panting dan tidak tidur saat putra-putrinya menangis sepanjang malam, saat mulai terlelap anaknya sudah menangis kembali, duh betapa hebat dan kuat pengorbanan orang tua saat kita kecil dulu, jangan pernah melupakan apalagi menyakiti orang tua meski itu hanya pura-pura.
>

Kebanyakan orang masih menganggap beternak ayam kampung sebagai usaha sampingan saja. Padahal jika cara beternak ayam kampung betul, bukan tidak mungkin bisa menghasilkan omzet sampai ratusan juta rupiah tiap bulannya. Sebagaimana pengalaman seorang peternak sebut saja namanya Ragil Waluyo asal klaten ini. Semuanya berawal dari tahun 2008 akhir, di mana pak Ragil, begitu kami biasa memanggilnya, mulai menggeluti bisnis ternak ayam kampung tersebut saat ia keluar dari pekerjaan utamanya sebagai kontraktor karena Bos-nya tutup usia. Alhasil beliau mencoba peruntungan dengan membangun kandang panggung dengan ukuran 400 meter persegi dari hasil menjual mobil kesayangan Toyota R**sh. Kandangnya tinggi menjulang dan kokoh dengan pengalaman di bidang kontraktor beliau membangung kandang tanpa basa-basi dan kesulitan yang berarti. Akibatnya banyak sekali kemitraan broiler mencoba merayu dan meminangnya agar diisi ayam broiler, namun memang sudah menjadi niatan untuk memelihara ayam kampung maka beliau tidak bergeming sama sekali. Dengan sigap dan mantap beliau mengunjungi gubug sederhana kami di www.ayamkampungku.com/hubungi-kami dengan gaya bicara yang kalem dan njawani kami berdialog selama 10-15 menit di teras depan, entah karena terburu-buru ada acara atau karena memang hari sudah sore,beliau beserta istri meminta ijin untuk pamit pulang dan tak lupa sudah memberikan kami alamat kandang dan nomor telepon agar bisa kami kunjungi sewaktu-waktu, ya pertemuan yang sangat singkat dan sangat menentukan masa depan kami berdua sebagai seorang pengusaha ayam kampung

Itulah tadi beberapa cerita pengalaman kami dengan salah satu mitra terbaik kami di klaten, jawa tengah sebagai penghasi karkas ayam kampung terbaik bagi kami. Dengan modal komitmen, keberlanjutan dan kepercayaan akhirnya beliau kami nobatkan sebagai mitra ayam kampung sejati Jogja Farm Group. Bukan tanpa masalah, banyak masalah yang menghinggapi kami saat menjalin kerjasama menjadi mitra, namun kami selalu bisa menyeleseikan dengan kepala dingin. Bukan hanya seperti pengusaha kacangan yang ingin menikmati keuntungan semata saja tanpa melihat proses dalam mencapai kesuksesan, tidak mau rugi dan menang sendiri, serta mencari aman sendiri, adalah suatu sifat buruk seorang pengusaha. Perlu didikan mental enterpreneur yang bertanggung jawab, tahan banting dan anti mengeluh serta religius. Puluhan atau mungkin lebih kami bertemu dengan calon mitra/ mitra kerja yang maunya cuma untung dan untung aja, meski itu caranya kurang baik secara norma masyarakat. contohnya begini, biasanya berlaku bagi mereka yang masih pemula, saat harga tinggi biasanya musim lebaran dan musim-musim tertentu inginnya lelang harga ke penawar tertinggi/ pedagang dengan penawaran tertinggi dan meski dengan harga kita cuma terpaut 500 ruiah saja dengan santai mereka menjual ke pedagang siluman tersebut, kenapa dikatakan siluman karena munculnya saat musim-musim tertentu saja, coba nanti saat harga murah pedagang siluman ini enggan muncul, mungkin mereka sedang beralih profesi karena ayam sedang kurang laku,biasanya terjadi pada musim pendaftaran anak sekolah dan resesi ekonomi/ stok membanjir di pasar.  Hal-hal demikian tidak ada dalam kamus harian pak ragil, seperti kami biasa akrab memanggilnya demikian, seorang lelaki paruh baya yang hidup di desa,sederhana, bersahaja dan berkomitmen tinggi dalam berusaha ternak ayam kampung. Sudah sangat langka ditemukan seorang yang bekerja seperti pak ragil, orang-orang seperti inilah yang dicari para investor untuk berkomitmen dalam memelihara ayam kampung.

Untuk itu kami membuka kesempatan kepada investor yang berminat untuk berkembang bersama kami, kami masih banyak memiliki petani-peternak dengan karakter seperti pak ragil yg mau komit dan bertanggung jawab, masih banyak ragil2 lainnya yang sudah teruji dan terakreditasi oleh kami namun karena keterbatasan modal mereka belum bisa sesukses pak ragil. Berikut kami berikan penjelasan tentang kerjasama investasi peternakan ayam kampung kami:
Konsep dari usaha ternak ayam kampung super ini adalah bagi hasil/syariah yang melibatkan pemodal dan peternak sebagai pengelola. Bagi hasil dari usaha ini adalah:
- Pemilik modal (investor)            : 50% dari laba bersih
- Peternak (pengelola ternak)      : 50% dari laba bersih
Jangka waktu investasi adalah 1-3 tahun dengan surat perjanjian bermaterai, tetapi nantinya investor dapat berinvestasi kembali dengan surat perjanjian yang baru.
 
ANALISIS USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG SUPER
Berikut ini adalah analisis usaha ternak ayam kampung super per 500 ekor
A. Modal Tetap
Pembuatan kandang 40 m2 Rp. 6.500.000,00
Kandang DOC + nampan makan Rp. 300.000,00
Tempat Minum 15 x Rp. 22.000,00 Rp. 330.000,00
Tempat Makan 20 x Rp. 24.000,00 Rp. 480.000,00
Biaya tak terduga Rp. 300.000,00
Jumlah Rp. 7.410.000,00
B. Modal Kerja
DOC 500 ekor x Rp. 5000,00 Rp. 2.500.000,00
Pakan 20 sak x Rp 350.000,00 Rp. 7.000.000,00
Vitamin + Vaksin Rp. 200.000,00
Sekam padi 8 sak x Rp. 20.000,00 Rp. 160.000,00
Listrik per 2 bulan Rp. 100.000,00
Jumlah Rp. 10.460.000,00
C. Jumlah Modal Yang Dibutuhkan
Modal Tetap Rp. 8.410.000,00
Modal Kerja Rp. 9.960.000,00
Jumlah Rp. 17.370.000,00
D. Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan kandang dan sarana diambil 6% dari modal tetap yaitu 6% xRp. 7.410.000,00 = Rp. 444.600,00
E. Hasil Produksi 2 bulan
-Dari 500 ekor ayam mengalami kematian 2% (10 ekor) maka tersisa 490 ekor dengan berat rata-rata 1 kg sehingga hasil panen adalah 490 ekor x 1 kg = 490 kg
-Harga rata-rata ayam kampung adalah Rp. 26.000 / kg
-Hasil produksi = 490 kg x Rp. 26.000,00 = Rp. 12.740.000,00
F. Biaya Produksi 2 Bulan
Biaya Penyusutan Rp. 444.600,00
Modal Kerja Rp. 9.960.000,00
Jumlah Rp. 10.404.600
G. Keuntungan per 2 bulan
Keuntungan = Hasil produksi – Biaya produksi = Rp. 12.740.000,00 - Rp. 10.404.600,00 = Rp. 2.335.400,00
- Investor (pemodal) 50% x Rp. 2.335.400,00 = Rp. 1.167.700,00
- Peternak (pengelola) 50% x Rp. 2.335.400,00 = Rp. 1.167.700,00
Jadi investor (pemodal) mendapatkan bagi hasil Rp. 1.167.700,00 per periode panen (2 bulan). Dengan asumsi satu tahun bisa 6 kali panen maka bagi hasil yang diperoleh adalah 6 x Rp. 1.167.700,00 = Rp. 7.oo6.200,00 per tahun.
Simulasi tersebut diatas bisa berubah sewaktu-waktu, namun untuk harga ayam kami bisa usahakan tetap stabil di rata-rata karena kami menerapkan harga win-win solution untuk para mitra dagang maupun mitra ternak kami, sehingga kami utamakan supply barang terlebih dahulu daripada harga yang fluktiatif/tdk pasti, yang penting supply kontinyu terlebih dahulu, untuk harga menyesuaikan.kami meyakini dengan sistem tersebut usaha kami akan maju bersama dan tidak saling menekan satu sama lain. Agar lebih mantap dan jelas nantinya investor yang sudah dp/indent kami ajak ketemu langsung dengan calon mitra peternaknya dan kami carikan mitra ternak terbaik dan terpercaya untuk anda. Semua bisa anda kontrol sendiri (full control system), semi controlled (beberapa control ada di kami) atau non-controlled(kontrol penuh pada kami,anda tinggal terima laporan perpanen saja). untuk keterangan lebih lanjut silahkan hub 081215391119.

ternak ayam kampung 3943435521787666176

Poskan Komentar

Beranda item

Selamat Datang

Berawal dari keinginan untuk mengembangkan potensi dan kearifan lokal daerah kami, terbentuklah suatu paguyuban dan perkumpulan peternak ayam kampung yang semula tradisional menjadi Go Public dan Online. Sehingga memudahkan kami dalam membangun relasi dan mitra hingga ke pelosok negeri Nusantara. Misi utama kami yaitu bersama-sama membangung suatu sinergi usaha ayam kampung modern dengan menerapkan kaidah keilmuan dan mampu mendatangkan keuntungan bagi khalayak masyarakat Indonesia

Baca Selengkapnya

Link Sponsor Kami

Langganan Artikel

Artikel Populer

Random Posts